Pages

Rabu, 25 Juli 2012

Tentang Penyakit Bartholin


Dokter, saya seorang Ibu, 27 tahun, memiliki seorang putri berusia 3 tahun. Di sekitar bibir vagina saya timbul benjolan yang sangat sakit sebesar telur puyuh dan bila meletus mengeluarkan nanah (timbul secara bergantian di bibir sebelah kiri dan kanan). Pada saat itu saya sedang hamil hingga saya hanya ke klinik kandungan. Dari diagnosa dokter saya terkena bartholin dan diberi obat amoxan non flamin serta ponstan tapi tak kunjung sembuh. Benjolan malah semakin keras/ tidak meletus seperti biasanya.

Menjelang melahirkan, timbul satu lagi benjolan di sebelah kiri sehingga saya harus dioperasi caesar karena jalan bayi terhalang kedua benjolan tersebut. Seminggu setelah operasi, dokter meng-insisi bibir vagina sebelah kiri karena telah penuh berisi nanah. Alhamdulillah benjolan di sebelah kiri tidak timbul lagi. Sedangkan benjolan sebelah kanan sudah mengeras dan tidak diinsisi. Dokter menyarankan agar saya berkonsultasi dengan spesialis kulit dan kelamin. Sayangnya saran dokter 3 tahun yang lalu belum juga terlaksana. Di samping kurang biaya, klinik spesialis tsb belum ada di daerah kami. Pertanyaan saya ;

  1.  Apakah penyakit bartholin itu? Apa penyebabnya? Apakah aborsi ala dukun dengan memasukkan batang jarak ke dalam vagina menimbulkan penyakit ini?
  2. Mungkinkah benjolan tersebut sudah menjadi kanker? Untuk dokter ketahui saat ini benjolan yg sudah mengeras itu sudah sebesar telur ayam kampung. Benjolan itu sudah tidak terasa sakit tapi di sekitar pantat dan kaki kanan terasa pegal.
  3. Apakah penyakit saya bisa sembuh dg mengkonsumsi obat saja? Obat apa itu? Apakah obat alternatif yg dokter ketahui?
  4. Di sekitar kemaluan saya juga kadang timbul bintik-bintik berair yg sangat gatal. Apa obatnya dok?
  5. Apakah benjolan tersebut harus dioperasi? Berbahayakah operasi tersebut? Apakah saya bisa benar-benar sembuh? kira-kira berapa biaya operasinya?
  6. Apakah tidak berbahaya melakukan hubungan intim? bolehkah saya hamil lagi?
Jawab:
  1. Penyakit bartholin adalah penyakit pada kelenjar bartholin yang terletak di bibir kemaluan dalam (labia minor). Fungsinya dalam kedaan normal menghasilkan cairan pelumas untuk vagina. Penyakit pada kelenjar bartholin bisa berupa infeksi (peradangan) maupun kista. Biasanya kista terbentuk setelah terjadi infeksi. Penyebab infeksi bartholin umumnya adalah bakteri tertentu. Aborsi oleh dukun dengan cara tidak steril bisa saja meularkan bakteri penyebab infeksi bartholin.
  2. Benjolan yang ibu derita insya Allah bukan kanker melainkan kista yang terjadi sebagai lanjutan dari infeksi yang tidak tuntas penyembuhannya. Kista adalah benjolan, dapat diibaratkan seperti balon yang berisi sel-sel mati, cairan, atau nanah dan darah. Rasa pegal di sekitar bokong dan kaki bisa terjadi karena benjolan kista tersebut menekan saraf.
  3. Kista mempunyai dinding, maka obat-obatan yang diminum maupun dioles sulit masuk. Sukar sembuh bilan hanya dengan obat.
  4. Perkiraan saya dari cerita ibu, mungkin penyakit jamur. Sebaiknya diperiksakan ke dokter. Sementara hindari basah dan lembab pada daerah kelamin.
  5. Kista bartholin sebaiknya dibuang dengan operasi. Insya Allah kalau yg melakukan dokter ahli tidak berbahaya dan bisa sembuh. Coba hubungi dokter spesialis kebidanan dan kandungan di rumah sakit umum pusat terdekat ( di tingkat kabupaten, biasanya selalu ada dokter spesialis ini). Kalau di rumah sakit umum biayanya insya Allah tidak terlalu mahal.
  6. Sebaiknya suami ibu juga diperiksa ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Apakah ikut terkena bakteri tsb atau tidak. Kalau tidak ada bakterinya baru aman melakukan hubungan intim. Sementara belum berobat, sebaiknya memakai kondom bila berhubungan suami istri. Kalau di dalam kista masih ada bakteri yang masih hidup, kehamilan bisa membuat penyakit kambuh. Dan bakteri penyebab infeksi bartholin ini dapat menulari bayi di dalam kandungan. Paling parah bisa menyebabkan kebutaan pada mata. Lebih baik diobati dulu sampai sembuh baru ibu hamil lagi.

Sumber : Majalah Ummi No.9/XV Februari - Maret 2004/ 1424

    Senin, 23 Juli 2012

    Masalah Gatal di Selangkangan


    Dokter, sejak 4 tahun lalu saya terkena penyakit kulit pada selangkangan. Awalnya saya merasa gatal sekali dan saya garuk. Apabila digaruk terlalu keras akan lecet dan terasa perih dan saya jadi sulit berjalan. Gatal juga menjalar sampai bagian vagina dan dubur. bekas gatal itu pun menghitam. Pertanyaan saya :
    1. Apa nama penyakit itu dan bagaimana penyakit ini bisa muncul?
    2. Apa penyakit itu bisa menjalar ke seluruh tubuh?
    3. Apa penyakit ini bisa menular pada orang lain, karena sebagian kakak saya terkena sakit yang sama?
    4. Bagaimana cara menyembuhkannya? saya malu berobat ke dokter
    5. Apakah bagian yanghitam itu bisa putih kembali seperti semula?
    6. Kenapa penyakit ini tak bisa sembuh sampai bertahun-tahun padahal setiap hari saya taburi dengan bedak gatal dan caladine?
    7. Apa saja yang bisa dilakukan agar tidak terus-terusan gatal dan menjalar ke mana-mana?

    Jawab :

    1. Penyakit ini adalah infeksi jamur kulit. Penyakit ini muncul karena kulit terinfeksi oleh jamur yang beasal dari bermacam-macam sumber antara lain dari bulu binatang ( kucing, anjing, ayam, burung, bebek, kelinci ) atau dari tanah. Jamur menempel, masuk ke dalam kulit (lebih mudah kalau kulit luka karena garukan), dan berkembangbiak, terutama di daerah kulit yang lembab, sering basah karena keringat dan bahan baju yang dipakai tidak menyerap keringat. 
    2. Penyakit ini bisa menjalar ke seluruh tubuh, kalau daya tahan tubuh kita lemah. Bila daya tahan tubuh kita normal, maka hanya terjadi terutama di daerah yang lembap.
    3. Penyakit ini menular, tetapi tidak ke semua orang. Orang-orang tertentu yang memang rendah daya tahan tubuhnya terhadap jamur kulit akan gampang tertular penyakit ini.
    4. Tidak usah malu pergi ke dokter, karena itu pekerjaan dokter dan merupakan rahasia di bawah sumpah. Insya Allah tidak akan diceritakan pada siapapun. Bisa ke dokter spesialis kulit dan kelamin atau ke dokter umum. Dokter akan memberikan obat anti jamur kulit yang diminum dan dioleskan. Insya Allah penyakit ini bisa sembuh total karena merupakan penyakit dari luar tubuh yang bisa dimatikan.
    5.  Bagian yang hitam bisa kembali seperti semula. hanya perlu waktu agak lama (6-12 bulan), jadi perlu sabar.
    6. Penyakit ini belum pernah sembuh karena belum diobati! Bedak gatal hanya mengurangi gejala tapi tidak mematikan jamur.
    7. Agar penyakit tidak berlanjut dan kambuh :
    • Berobat ke dokter. Obat harus dipakai sesuai aturan dan jangan menghentikan pemakaian obat sendiri walaupun kelihatannya sudah sembuh. Obat jamur itu harus diminum selama 4-8 minggu terus-menerus, kalau tidak jamaur hanya 'pingsan' dan tumbuh lagi.
    • Semua pakaian penderita harus dipisahkan mencucinya. Pakaian juga harus diobati, karena dari penelitian di Universitas Indonesia, ternyata jamur ini sangat kuat dan tahan banting, dapat masuk ke sela-sela kain. Kalau masih ada spora jamur di serat pakaian kemudian dipakai oleh penderita yang sudah sembuh, bisa masuk lagi ke kulit dan kambuh lagi. Caranya : rendam pakaian dengan cairan antiseptik ( 2sdm untuk seember air) selama 2 jam, baru dicuci seperti biasa. Setelah itu dijemur di bawah panas matahari dan wajib disetrika untuk benar-benar mematikan jamurnya.
    • Jaga agar daerah lipatan sela paha dan bokong selalu kering.
    • Pilih bahan baju yang menyerap keringat yaitu katun dan kaos.
    • Makan makanan bergizi (perbanyak sayuran dan buah), olah raga teratur, istirahat yang cukup dan hindari stres emosi dan fisik supaya  daya tahan tubuh kuat.

    Sumber : Majalah Ummi no.8/XVIII Desember 2006/1427H

    Kamis, 12 Juli 2012

    Tanda-Tanda, Penyebab, Pencegahan Dismenorea


    Dismenorea merupakan rasa sakit akibat menstruasi yang sangat menyiksa karena nyerinya luar biasa menyakitkan. Jika terjadi pada wanita bekerja, tentu saja hal tersebut akan sangat mengganggu aktivitas dan produktivitasnya. Dismenorea terbagi menjadi dua, yaitu dismenorea primer dan dismenorea sekunder.

    Dismenorea primer terjadi dua hari sebelum menstruasi tiba dan biasanya hilang setelah memasuki masa menstruasi. Sekitar 10% penderita dismenorea primertidakdapatmengikuti kegiatan sehari-hari. Dismenorea sekunder hampir mirip dengan dismenorea primer, tetapi akibatnya lebih parah dan biasanya lebih lama daripada dismenorea primer.

    Tanda-Tanda
    1. Kram perut bagian bawah yang menjalar ke punggung atau kaki.
    2. Biasanya disertai gejala gastrointestinal dan gejala neurologis, seperti emosi yang labil.



    Penyebab
    1. Adanya hiperaktivitas dari uterus, endotelin, prostaglandin, vasopressin, dan kerusakan saraf perifer.
    2. Memiliki penyakit radang panggul, pemasangan IUD, tumor pada tuba fallopii, usus, atau vesika urinaria, polip uteri, dan inflammatory bowel desease.
    3. Bekas luka karena pernah melakukan operasi pada organ reproduksi sebelumnya.

    Pencegahan
    1. Dismenorea mungkin sulit untuk dicegah, tetapi untuk gejala yang sangat parah dapat dikurangi dengan cara meminum obat pereda rasa sakit.
    2. Beristirahat, menarik napas panjang, menenangkan diri, berolahraga ringan, mengonsumsi sayur, dan buah-buahan.
    3. Mengompres bagian yang terasa sakit dengan air panas.
    4. Mengonsumsi jamu kunyit asem, terutama menjelang haid.
    5. Adapun obat herbal untuk mengurangi gejala dismenorea menurut Hembing dalam buku yang ditulisnya adalah 30 gram temu lawak (diiris-iris) +15 gram bunga mawar merah +15 gram daun dewa +10 gram umbi teki kering, semua dicuci bersih dan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.

    Pembersih Daerah Kewanitaan


    Dok, pembersih apa yang baik dan sehat digunakan untuk daerah kewanitaan (vagina)? Apakah harus rutin digunakan atau hanya saat-saat tertentu saja?

    Jawab :

    Daerah kewanitaan kita sebenarnya terdiri dari 2 jenis organ yang berbeda, yaitu:
    1. Bagian dalam, berupa selaput lendir yang pada masa reproduksi - saat baligh hingga masa menopouse - sebenarnya sudah mengatur kebersihannya sendiri. Caranya, dengan lingkungannya yang asam (pH 3-4) dan adanya bakteri penghuni normal yang saling bekerja sama. Ibarat sebuah lingkungan, di mana ada polisi dan sedikit orang jahat yang tetap terkendali. Kondisi tenang dan seimbang. Jadi sebenarnya tidak perlu dilakukan pembersihan apapun ke dalam vagina. Jangan menyemprotkan cairan antiseptik ke dalam vagina (vaginal douche) karena nanti bakteri yang baik akan mati lebih dulu, hingga bakteri jahat merajalela. Maka terjadilah berbagai penyakit seperti infeksi, radang dan keputihan. Pembersih vagina boleh digunakan kalau memang diresepkan oleh dokter dan tidak boleh digunakan dalam jangka panjang.
    2. Bagian luar, berupa kulit yang sama dengan bagian tubuh lain dan pH-nya sekitar 5,5. Bagian ini ditumbuhi rambut kasar sehingga bisul dan jerawat juga bisa timbul pada daerah ini.

    Jadi, sebenarnya kita hanya perlu membersihkan bagian luar organ kewanitaan yang berupa kulit dengan sabun dan air ketika mandi seperti bagian tubuh lainnya. Yang paling baik adalah membersihkan dengan sabun non deterjen yang ber pH 5,5 agar kulit tidak kehilangan kelembapannya. Sabun mandi biasa juga bisa dipakai, sebaiknya bukan sabun antiseptik ber-pH tinggi (pH 9) yang malah menimbulkan iritasi. Atau pakai sabun bayi yang mengandung pelembap. Jangan lupa membilas sabun dengan air hingga bersih.

    Adapun sabun khusus vagina yang ber-pH 3-4 boleh dipakai setelah melakukan hubungan suami istri ( tidak perlu dipakai setiap hari ). Ini karena sperma bersifat basa dan diharapkan dengan memakai sabun tersebut keasaman vagina cepat kembali normal. Memakainya pun hanya bagian luarnya saja.

    Sekali lagi, sebenarnya tanpa sabun pun, dalam keadaan sehat vagina akan membersihkan dan menormalkan dirinya sendiri. Hal yang perlu kita lakukan untuk memelihara daerah kewanitaan sebenarnya dengan menjaga kebersihan dan kesehatan secara umum, tidak perlu berlebihan.

    Sumber : Majalah Ummi no.10/XXI Februari 2010 / 1431H

    Rabu, 11 Juli 2012

    Masalah Keputihan


    Dokter, Nanda punya masalah keputihan. Tadinya Nanda merasa biasa saja dan hanya kadang-kadang saja agak gatal. Tetapi sebentar lagi Nanda nanda insya Allah akan menikah, Nanda khawatir keputihan Nanda itu mengganggu hubungan suami istri. Di vagina nanda kini tumbuh bintik-bintik merah kecil. Bintik-bintik tersebut sedikit demi sedikit mulai menyebar.
    1. Apakah penyakit keputihan Nanda berbahaya?
    2. Bagaimana cara mengatasinya?
    3. Apakah keputihan itu mengganggu hubungan suami istri?
    4. Apakah keputihan itu mengganggu kesuburan?

    Jawab:
    1. Gejala keputihan yang berbahaya dan harus diobati ada 4 :
    a. Jumlahnya berlebihan, sampai membasahi pakaian dalam
    b. Warnanya berubah menjadi kekuningan / kehijauan / seperti santan pecah.
    c. Ada keluhan gatal dan atau nyeri
    d. Berbau busuk / apek / amis

    2. Kalau keputihan Nanda bergejala seperti di atas, sebaiknya segera ke dokter spesialis kulit dan kelamin atau spesialis kebidanan dan kandungan. Dokter akan memeriksa apakah keputihan tersebut penyakit atau normal. Kalau perlu dengan pemeriksaan laboratorium, baru setelah itu diberikan obat yang sesuai.

    3. Keputihan penyakit dapat mengganggu hubungan suami istr. Jenis tertentu malah bisa menular ke suami.

    4. Keputihan penyakit yang disebabkan bakteri / jamur / virus bila tidak diobati bisa menjalar ke rahim dan saluran telur, menyebabkan penyempitan. Kalau saluran telur sempit atau mampat, sel telur yang matang tidak bisa turun ke rahim dan tidak bisa bertemu sel mani untuk dibuahi, dan tidak bisa terjadi kehamilan.

    Sumber : Majalah Ummi no.9/XV Februari-Maret 2004

    Mengatasi gatal-gatal di area V


    Dok, bagaimana mengatasi gatal-gatal di vagina bagian luar? Apakah air rebusan daun sirih bisa mengatasinya?

    Jawab :

    Yang pertama harus kita lakukan adalah mencari penyebab gatal di daerah V tersebut. Umumnya ada tiga penyebab rasa gatal, yaitu :
    • Jamur. Biasanya muncul karena area V yang lembap.
    • Eksim. Selain di bagian tubuh lain, eksim bisa muncul di dinding luar kemaluan. Pencetusnya bisa karena stres.
    • Iritasi. Bisa timbul karena pemakaian produk yang mengandung pewangi dan berwarna, seperti pewangi pada pembalut atau pewangi pakaian.
    Dari ketiga penyebab tersebut, kebanyakan penyebab gatal di daerah V ini adalah karena lembap. Kelembapan di daerah ini antara lain disebabkan bahan celana atau pakaian yang digunakan tidak menyerap keringat seperti, bahan sintetis, lycra, dll.

    Untuk mengatasinya, kita bisa menggunakan krim untuk ruam popok bayi yang dijual bebas di pasaran. Biasanya krim itu mengandung zinc. Oleskan krim itu di daerah yang gatal. Ingat, jangan bubuhkan bedak atau obat jamur yang keras. Bila setelah penggunaan krim selama beberapa hari tidak membaik juga, sebaiknya periksakan ke dokter. Bisa jadi gatal-gatal tersebut karena eksim atau iritasi.

    Sebagai pengetahuan, bila gatal disebabkan oleh jamur akan ditandai oleh warna kulit yang merah, bahkan merah sekali di daerah V tersebut. Juga ditandai dengan rasa basah, perih atau panas. Kalau disebabkan eksim, maka kulitnya menebal, sedikit merah tapi gatal sekali - biasanya pada waktu malam. Bila kulitnya merah-merah, tidak basah dan ada titik-titiknya, itu kemungkinan gatal karena iritasi.

    Tindakan lainnya kalau memang sering gatal di daerah V adalah:
    1. Segera hentikan pemakaian pewangi pakaian.
    2. Jangan memakai pembalut atau pantyliner yang wangi, termasuk pembalut yang katanya herbal dan wangi itu.
    3. Saat mandi sebaiknya gunakan sabun bayi yang paling tidak wangi.

    Pemakaian pantyliner juga harus diperhatikan. Usahakan jangan menggunakannya setiap hari. Gunakan hanya saat keputihan sedang banyak-banyaknya. Segera ganti pantyliner jika sudah ada gumpalan di atasnya.

    Penggunaan air rebusan daun sirih untuk mengatasi gatal-gatal ini pun tidak boleh sembarangan, tergantung penyebabnya. Bila penyebabnya karena jamur, air rebusan daun sirih ini memang bisa membantu. Namun, kalau disebabkan karena iritasi lalu diberi air daun sirih, gatalnya akan tambah menjadi.

    Berdasarkan pengalaman, gatal-gatal di vagina ini bisa merembet ke area lainnya, seperti selangkangan dan dubur. Oleh karena itu, perhatikanlah kebersihan daerah V, misalnya dengan mencukur rambut kemaluan secara rutin. Saat mencukurnya, perhatikan kebersihan alat cukur atau guntingnya. Alat yang tidak bersih bisa menjadi penyebab gatal pula. Selain itu gunakan celana yang bahannya menyerap keringat dan tidak ketat. Sehabis membasuh kemaluan, ingatlah untuk selalu mengeringkannya sebelum memakai celana.

    Sumber : Majalah Ummi no.2/XXIII/ Juni 2011/1432H

    9 Kalimat yang Bisa Menghancurkan Hubungan


    Ada kalimat-kalimat yang umum terdengar di antara pasangan atau di film yang bisa membunuh perasaan cinta di antara pasangan. Mungkin tidak segera, tetapi bisa juga membunuh secara perlahan.

    Berikut ini 9 kalimat-kalimat yang berpotensi membunuh hubungan cinta:

    "Kalau begitu, kita putus saja!"
    Jika Anda mengatakan kata-kata ini hanya berdasar emosi dan ingin menggertak si dia, sebaiknya hindari kalimat ini. Anda tidak akan mengatakan akan mengundurkan diri dari pekerjaan kepada bos jika tidak serius, kan?

    Ada kalanya pasangan yang merasa terpojok dan ingin meledak akan mengatakan kalimat serupa di atas.

    Namun, jika Anda tidak yakin benar dan menyadari sedang dalam kondisi emosi, tahan kalimat semacam ini hingga yakin benar sudah tak mau melanjutkan hubungan. Jika pun ingin mengungkapkan kata-kata semacam ini, pastikan Anda dalam keadaan tenang dan tidak sedang emosi tinggi.

    "Mantanku (nama mantan), enggak akan begitu!"
    Membandingkan pasangan yang sekarang dengan mantan adalah ide buruk, terutama bila hal itu diungkapkan dengan lantang.

    Mantan pasangan bisa mengajarkan hal yang disukai atau tidak sukai dalam hubungan. Namun, orang yang sedang bersama Anda tidak ingin merasa sebagai ban cadangan. Jangan katakan hal-hal semacam ini yang membuatnya berpikir Anda masih terhubung dengan masa lalu. Ada alasan Anda tak lagi bersama si mantan, ingatlah hal itu, tak perlu menyesali yang sudah lewat.

    "Saya lelah membantu kamu untuk hal itu lagi."
    Pasangan Anda mungkin juga merasa lelah membantu Anda dalam banyak hal. Jika memang ada tugas yang membuat Anda merasa sesak dan muak, cobalah untuk minta bertukar tugas dengan si dia. Atau, bila itu tak mungkin, ungkap saja apa yang tak ingin Anda lakukan, coba cari jalan tengah terbaik. Jika memang tidak memungkinkan juga, coba lakukan apa yang bisa Anda lakukan untuk tugas itu sebaik mungkin.

    "Dulu, kamu juga melakukan hal yang sama!"
    Pernahkah Anda mengeluhkan pada pasangan apa yang lupa mereka lakukan padahal sudah berjanji? Semua orang melakukan kesalahan, tetapi bukan berarti harus diungkap terus menerus. Mengungkit kesalahan pasangan bukan hal yang baik, apabila konteksnya tidak berhubungan.

    "Sepertinya lebih seru bercinta di zaman dulu."
    Anda mungkin berharap masa-masa intim akan selalu menyenangkan. Begitu ada masa tenang dan tidak menggebu, Anda pun panik. Hal terburuk yang bisa Anda lakukan ketika ini terjadi adalah menghina atau menuduh pasangan,

    Dalam situasi intim, ketika seseorang membagi hal pribadi dan spesial pada Anda, mereka sedang berada pada titik rapuh, jadi, kata-kata penuh amarah hanya akan menyakitinya.

    Jika Anda ingin menghangatkan kembali kehangatan cinta, cobalah untuk menghindari komentar-komentar negatif. Kata-kata seperti, "Sepertinya seru kalau kita mencoba posisi baru!" akan terdengar lebih membantu ketimbang, "Kamu enggak pernah berhenti mengernyit!"

    "Saya ya, begini. Saya tidak akan pernah berubah!"
    Terlibat dalam sebuah hubungan dengan tujuan untuk mengubah pribadinya adalah ide yang buruk. Namun, pada dasarnya, manusia akan berubah seiring ia bertambah usia. Umumnya, makin dewasa seseorang, makin bijaksana ia dalam banyak hal.

    Akan menjadi masalah bila salah satu dari Anda bertumbuh sementara yang lainnya stagnan. Saat sudah hidup bersuami istri, amat diperlukan adaptasi masing-masing akan kebiasaan dan peraturan. Namun, bila salah satu tidak bersedia untuk beradaptasi, hal itu bisa menjadi masalah.

    Amat disarankan untuk membicarakan hal-hal yang menjadi aturan dasar kehidupan bersama.

    "Terserah kamu."
    Dengan ada banyak hal yang tak boleh diungkap kepada pasangan, Anda mungkin berpikir, tidak usah bicara saja sama sekali atau menyerahkan segalanya ke dia biar aman dan dia senang. Sayangnya, itu juga tidak baik.

    Komunikasi butuh dua arah. Ada yang mengungkap, ada yang mendengar. Jika Anda hanya berkata, "Terserah kamu" atau "Oke" saja, bagaimana cara si dia mengenali apa mau Anda apalagi mencoba mendekatkan diri kepada Anda?

    Jika Anda kaku dalam berkomunikasi, Anda akan mencekik keintiman, dan hubungan ini pun bisa kehabisan oksigen.

    "Kamu enggak boleh…"
    Hubungan yang penuh tuntutan dan kontrol dari salah satu pihak adalah hubungan yang tidak menyenangkan. Anda bukan ibunya, Anda tidak harus mengatur tingkah laku sehari-hari.

    Seandainya Anda memiliki masalah dan kebiasaan untuk mengatur tingkah si dia setiap saat, cobalah perbaiki kebiasaan Anda itu sendiri.

    "Lakukan apa yang saya katakan, bukan yang saya lakukan!"
    Jika Anda mau mengkritisi pasangan tentang sesuatu, pastikan Anda juga seperti itu. Kalau tidak, Anda akan terlihat seperti seorang munafik. Jadi, sebelum Anda menghakimi si dia, coba pikirkan dan lihat diri Anda dulu.
    http://www.beritasatu.com/mobile/perempuan/40563-9-kalimat-yang-bisa-membunuh-hubungan.html

    Selasa, 10 Juli 2012

    Tentang Masalah Keperawanan


    Dokter, sewaktu kecil saya pernah digagahi tetangga lelaki saya. Saat itu saya berusia antara 3-4 tahun. Pertanyaan saya:
    1. Apakah saya masih perawan
    2. Bagaimana caranya mengetahui saya masih perawan atau tidak?

    Jawab:
    1. Perawan atau tidaknya seorang wanita bukan semata-mata ditentukan oleh selaput dara (hymen), tetapi apakah wanita tersebut sudah 'disentuh' laki-laki atau belum. Kalau nanda tetap menjaga kehormatan diri sampai sekarang, maka nanda masih perawan dalam arti luas (peristiwa yang nanda alami waktu kecil bisa dianggap kecelakaan). Tapi kalau nanda menanyakan robek atau tidaknya selaput dara karena peristiwa tersebut, tergantung sampai sejauh mana pemaksaan pada saat itu dan harus dibuktikan dengan pemeriksaan dokter.

    2. Untuk mengetahui utuh tidaknya selaput dara, sebaiknya nanda memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit dan kelamin atau dokter spesialis kebidanan dan kandungan, lebih nyaman yang wanita mungkin. Dokter akan memeriksa dengan cara khusus untuk status gadis. Semoga nanda diberi keluasan hati oleh Allah SWT.

    Sumber : Majalah Ummi no.9/XV Februari- Maret 2004

    Resep Sex Nikmat

    Labels